Saturday, November 10, 2007
OASE IMAN
Pembicaraan mengenai kebahagiaan sangatlah menarik untuk dibahas. Mengapa? Karena selain alasan tersebut di atas, rasa bahagia dan tidak bahagia bisa berganti dalam sekejap mata. Pernahkan anda merasa senang dan happy pada saat siang tapi ketika sore perasaan itu seolah hilang entah ke mana tak tahu rimbanya. Bahkan sambil bertanya-tanya dalam hati kita terus mencari-cari ke mana rasa bahagia yang barusan atau beberapa jam yang lalu sedang kita nikmati dan kita rasakan.
Penyebab Rasa Bahagia dan Tak Bahagia
Tiap orang tentulah berbeda-beda apa yang menyebabkan timbulnya rasa bahagia atau tidak bahagia. Jangankan untuk orang yang berbeda, untuk anda sendiri pun, bisa merasakan dua hal tersebut dengan sesuatu yang sama tapi kondisi yang berbeda.
Anda mungkin sangat bahagia ketika mempunyai isteri yang sangat cantik dan rupawan, yang hanya memandangnya saja gairah dan semangat anda sebagai seorang suami menjadi luar biasa menggelora. Dalam hitungan detik anda bisa tidak bahagia dan terganggu dengan orang yang usil memperhatikan isteri anda dari ujung kepala sampai kaki sambil tersenyum-senyum. Perasaan cemburu dan tidak senang menggantikan perasaan bahagian anda. Atau contoh lain ketika anda begitu bahagia di kantor karena ada berita kenaikan gaji, akan menjadi berbeda rasanya ketika anda menceritakan hal ini kepada isteri anda, isteri anda bukannya bersyukur dan mencium tangan anda malah menyusun daftar barang-barang yang akan dibelinya. Bahkan dalam hitungan detik rasa bahagia bisa meluap entah ke mana.
Di manakah Kebahagiaan?
Ada sebuah pernyataan seorang psikolog di salah satu tulisannya menyebutkan, jika anda meletakkan kebahagiaan di luar diri anda maka anda tidak akan pernah merasa bahagia. Kita tak memerlukan apa-apa untuk bahagia. Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, permasalahannya adalah kita sering kali mencari keluar diri untuk menemukannya.
Pernahkah anda mencari tahu dalam diri anda sendiri berapa banyak rasa bahagia dan tidak bahagia anda rasakan dalam satu hari? Kemudian lanjutkan dengan pertanyaan mana yang lebih sering anda rasakan, bahagia atau tidak? Tuliskan dalam hati anda apa saja yang membuat anda tidak senang hari ini? Lanjutkan dengan apa saja yang membuat anda senang dan bahagia hari ini?
Kenapa Kita perlu Merasa Bahagia
Alangkah tidak enaknya hidup ini jika kita tidak tahu kenapa kita mesti ada di dunia ini. Begitupun alangkah beruntungnya kita, jika setiap udara dan nafas yang kita tarik kita mengerti siapa yang memberikan, berapa lama kita bisa rasakan. Mari setidaknya kita membuat sedikit hitung-hitungan. Bukan dengan maksud hendak menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita karena pasti kita tidak akan sanggup menghitungnya. Tapi saya hanya sekedar mengajak anda rileks dan mari mulailah menghitung. Periksa apakah masih ada detak nadi dan jantung kita. Coba perhatikan sekeliling anda, apakah masih berfungsi dengan baik penglihatan anda, apakah masih bisa kita membedakan warna-warna yang ada di jalan, rumah, atau sekitar kita.
Cobalah pulang ke rumah, tatap kecantikan dan rasakan penghormatan serta kesetiaan isteri anda yang begitu dalam terhadap anda. Raih gapaian anak-anak anda yang lucu dengan tatapan matanya jika anak anda masih balita dan baru akan tumbuh. Teruslah mencari dan menghitung, dan rasakanlah keajaibannya.
Tambah Syukur = Menambah kebahagiaan
Kata syukur adalah kata yang berasal dari bahasa arab dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: (1) Rasa terimakasih kepada Allah, dan (2) Untunglah (menyatakan lega, senang, dan bahagia.). Dalam Al-Quran kata ”syukur” dengan berbagai bentuknya ditemukan sebanyak enam puluh empat kali.
Persoalannya sekarang banyak orang yang tidak meyakini dan akhirnya merasakan keajaiban rasa syukur kepada sang Maha Pencipta yakni Allah SWT. Banyak juga rasa bahagia itu sama sekali tidak muncul karena dibutakannya mata hati kita dalam menikmati dan menghayati ayat-ayat Tuhan dalam diri dan kehidupan kita sehingga kita lupa untuk bersyukur. Jadi bagaiman caranya agar Kebahagian bisa kita rasakan? Jawabannya adalah tambahlah rasa syukur kepada Allah atas setiap karunia yang diberikannya kepada kita. Adakah yang mau menjual seharga 100 juta rupiah untuk dua bola matanya. Ataukah ada yang ingin menjual sepasang lengan dan kakinya untuk sebuah rumah. InsyaAllah saya lebih memilih tidak dan mengharapkan pertolongan Allah dan bersyukur saja untuk memperolehnya.
Syukur Hanyalah Kunci.
Tentu saja seperti kata Aa Gym, syukur adalah sekedar kuncinya. Sementara agar dapat menggerakkan kunci dan membuka lemari haruslah dengan ikhtiar dan sungguh-sungguh, diiringi dengan doa mengharapkan pertolongan Allah dan kepasrahan kepada-Nya agar kunci tidak patah dan kita bisa menikmati hidangan di dalam lemari dengan enak dan nyaman.
Mencontoh Rasululullah SAW
Dalam sebuah riwayat diceritakan suatu malam Rasulullah Muhammad SAW shalat malam hingga kaki beliau bengkak, isteri beliau Aisyah ra bertanya, kenapa Rasulullah SAW melakukan hal ini, padahal dia adalah kekasih dan utusan Allah, orang yang ma’shum diampunkan Allah dosanya. Rasulullah SAW hanya membalas dengan menyatakan bahwa ia hanya bersyukur kepada Allah.
Pada prinsipnya segala bentuk kesyukuran harus ditujukan kepada Allah Swt.
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (QS Al-Baqarah [2]: 152).
Friday, October 26, 2007
mENgoptimalkAn dAyA ubAh..
Sebuah illustrasi, suatu waktu ada sebuah keluarga sederhana yang sungguh sangat mengesankan. Di rumahnya tidak banyak barang berharga, tidak ada barang mewah, tapi semua anak-anaknya ternyata bisa menyelesaikan kuliah S-1, S-2, bahkan S-3 dengan baik. Akhlaknya juga bagus. Ketika ditanya, "Saya lihat penghasilan Bapak lebih dari cukup, tapi kenapa keluarga Bapak nampak begitu sederhana?". Si Bapak ini menjawab terus terang, "Penghasilan yang saya dapat selama ini saya kumpulkan supaya anak-anak saya bisa belajar terus menerus, bisa berlatih terus menerus dan bisa terdidik terus menerus. Prioritas keluarga kami bukan membeli barang-barang yang bagus. Yang terpenting adalah bagaimana agar anak-anak kami punya kesempatan untuk terus melatih diri."
Subhanallaah, demikian indahnya kebersamaan sebuah keluarga yang memiliki komitmen yang luar biasa akan penambahan ilmu pengetahuan.
Sembari mendidik dan melatih, maka semestinya kita buat pula aturan atau sistem. Buatlah aturan di rumah kita, di kantor kita, di organisasi kita, atau dimana pun agar orang lain bisa terbantu untuk berubah sesuai yang diinginkan. Suatu sistem akan segera hancur berantakan jika tidak memiliki aturan main. Jalan raya yang tanpa aturan, akan kacau balau, macet dimana-mana. Setiap orang berebutan, saling mendahului, dan berhenti dimana saja. Tanpa aturan, semua berantakan. Karenanya semua harus ada aturannya.
Begitu pun rumah tangga yang tidak memiliki aturan main yang benar, yakin sekali rumah tangga yang semacam ini akan segera hancur. Anak tidak dididik agama secara serius, ibadah dibiarkan semaunya, dan tidak diberi contoh yang benar oleh orang tuanya. Saat-saat bersama di rumah tidak ada aturannya. Tidak punya aturan yang real bagaimana mendidik anak menjadi lebih baik. Karenanya rumah tangga yang tidak punya komitmen untuk sebuah aturan bahkan lagi tidak tahu aturan, akan cenderung saling menyakiti, saling melukai, dan saling menghancurkan.
Tegakkanlah aturan yang adil, yang dibuat atas kesepakatan bersama. Lingkungan kerja kita harus merupakan sistem yang kondusif yang dapat membantu orang berubah menjadi lebih baik. Haruslah terjadwal jam berapa baca Al Qur’an, jam berapa bersama memecahkan masalah, jam berapa bertukar pikiran, jam berapa harus bersilaturahmi, jam berapa harus bercengkerama, dan lain sebagainya. Kita harus membuat aturan yang jelas. Yakinlah bahwa rumah tangga yang tidak punya aturan, tidak punya sistem yang bagus, lambat laun akan berantakan dan menderita.
Semua perubahan ini akan berarti lagi jika didukung oleh kekuatan ruhiyah, yaitu do’a. Dan ternyata orang bisa berubah dengan kekuatan do’a. Ingatlah bahwa do’a adalah pengubah takdir. Banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan kekuatan fisik, tapi yakinlah bahwa Allah SWT Maha Menguasai, Maha Pembolak-balik hati setiap makhluk-Nya.
Karenanya, luar biasa sekali kekuatan do’a ini. Betapa tidak? Rumah tangga yang tidak tegak ibadahnya, rumah tangga yang jauh dari agama, rumah tangga yang tidak menambah ilmu dengan baik, akan segera dipusingkan oleh bergelombanngya masalah yang datang.
Sama saja dengan perusahaan yang karyawannya jarang shalat, aturan tidak ditaati, pimpinan tidak memberi contoh yang baik, bersiap-siaplah untuk segera bangkrut. Kondisi negara kita saat ini pun demikian, kehilangan contoh suri tauladan, pendidikan SDM-nya tidak jelas mau dibawa kemana, sistemnya juga berantakan, dan sebagian lagi, ibadahnya juga semrawut. Jangan heran jika yang kita dapati adalah derita demi derita, kehinaan demi kehinaan, naudzubillaah.
Karena itu, kekuatan ibadah, kekuatan do’a, kekuatan munajat harus menjadi tulang punggung, menjadi senjata untuk mengubah anak-anak juga teman-teman kita menuju arah kebaikan. Tegakkanlah di rumah tangga kita aturan dengan baik, panjatkan pula do’a secara terus menerus, melimpah dari lisan kita. Bantu agar orang lain menjadi lebih baik. Buat aturan yang benar, kondusif, dan pastikan diri kita jadi contoh. Mudah-mudahan hidup yang cuma sekali-kalinya ini bisa bermamfaat dengan mengubah orang lain menuju kebaikan.
Rasulullah SAW itu meskipun sedikit bicaranya, tapi jadi monumental sampai sekarang dalam bentuk hadits. Hal ini terjadi karena pribadinya sungguh luar biasa. Bermilyar kata terungkap dari pribadinya. Ketulusan beliau dalam mengajak orang lain berbuat lebih baik, membuat pribadi dan kata-katanya tersimpan di hati orang lain. Ingat baik-baik, hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi. Emosional dalam memberi contoh, emosional dalam mendidik, emosional dalam membuat aturan, emosional dalam bersikap, tidak akan masuk ke hati orang lain, bahkan justru akan membuat hati mereka terluka.
Seharusnya diri pribadi kita ini terus menerus melimpah pancaran bagai mata air, menggelegak kasih sayang kita kepada orang lain. Setiap melihat orang yang berlumur dosa, ada keinginan di hati kita agar orang tersebut bisa bertaubat. Melihat orang yang tersesat di jalan Allah, ada keinginan hati ini agar orang tersebut dapat tuntunan supaya selamat dunia dan akhiratnya. Melihat orang yang nakal, ingin hati ini agar dia menjadi shaleh. Jangan pernah hidup dalam kebencian dan kedendaman. Kebencian dan kedendaman dalam mebuat contoh, aturan, nasihat, dan pelatihan yang dilakukan, tidak akan berarti apapun.
Sistem pelatihan yang penuh kemarahan semacam Ospek, tidak akan berhasil dengan baik kalau para mentornya, para panitianya melakukan segala bentuk kegiatannya dengan penuh kemarahan, angkara murka, tidak jadi suri tauladan yang baik. Apa yang diharapkan oleh mahasiswa baru dari para kakak kelasnya kalau mereka berperilaku semacam itu? Tidak ada perubahan kecuali dengan hati yang tulus, suri tauladan yang nyata.
Mudah-mudahan kita semua dapat mengevaluasi diri masing-masing. Hidup cuma sekali, kenangan terindah bagi anak-anak kita adalah kepribadian ayah ibunya yang benar-benar mulia. Kenangan terindah bagi masyarakat di sekitar kita adalah kearifan diri kita. Jangan sampai orang sibuk membicarakan contoh keburukan pribadi kita, naudzubillaah.
sElAmAt mEncobA..>_<
Sunday, October 21, 2007
..RiyA..!!!
Lelaki itu datang menemuinya dan segera membuka kitab suci itu di depannya. Didedahkannya surah "Thoha" dan dibeleknya halaman demi halaman untuk tatapan si abid. Si abid melihat setiap kalimah surah itu dicatatkan sepuluh kebajikan sebagai pahala bacaannya kecuali satu kalimah sahaja yang catatannya dipadamkan.
Lalu katanya, "Demi Allah, sesungguhnya telahku baca seluruh surah ini tanpa meninggalkan satu kalimah pun". "Tetapi kenapakah catatan pahala untuk kalimah ini dipadamkan?" Lelaki itu berkata.
"Benarlah seperti katamu itu. Engkau memang tidak meninggalkan kalimah itu dalam bacaanmu tadi. Malah, untuk kalimah itu telah kami catatkan pahalanya, tetapi tiba-tiba kami terdengar suara yang menyeru dari arah 'Arasy : 'Padamkan catatan itu dan gugurkan pahala untuk kalimah itu'. Maka sebab itulah kami segera memadamkannya".
Si abid menangis dalam mimpinya itu dan berkata, "Kenapakah tindakan itu dilakukan?".
"Puncanya engkau sendiri. Ketika membaca surah itu tadi, seorang hamba Allah melewati jalan di depan rumah mu. Engkau sedar hal itu, lalu engkau meninggikan suara bacaanmu supaya didengar oleh hamba Allah itu.
Kalimah yang tiada catatan pahala itulah yang telah engkau baca dengan suara tinggi itu".
Si abid terjaga dari tidurnya. "Astaghfirullaahal-'Azhim! Sungguh licin virus riya' menyusup masuk ke dalam kalbu ku dan sungguh besar kecelakaannya. Dalam sekelip mata sahaja ibadahku dimusnahkannya.
Benarlah kata alim ulama', serangan penyakit riya' atau ujub, boleh membinasakan amal ibadat seseorang hamba Allah selama tujuh puluh tahun".
Friday, October 19, 2007
HakEkat CintA
Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.
Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
"Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.
Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan. Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran,
harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka. (imm)
Thursday, October 11, 2007
الجهاد
ويعجبنى أحد الباحث الشهير من تركيا الأستاذ محمد فتح الله كلن ولد فى نيسان ,أبريل عام 1941 فى قرية صغيرة تابعة لقضاء حسن قلعة -اسم مدينة- المرتبطة مبمحافظة أرضروم أبوه شخص مشهود له باالعلم والأدب والدين ,وكانت والدته(رفيعة هانم) سيدة معروفة بتدينهاوباإيمانها في كتابه روح الجهاد وحقيقته في الإسلام
Tuesday, October 9, 2007
PemAlAs VS Abu HanifAh
Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik saja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi wang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi wang dan secebis kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cubalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."
Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kelmarin,sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku."
Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi wang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang sebaik saja mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.
Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya, "Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian 'malas' namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh tidak redha Tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan lekas berjaya."
Sebaik saja dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sedar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha.
Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (Sunnah Tuhan) dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu.
Dalam Islam tiada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju ke hadapan dan bukan mengajar kita tersadai di tepi jalan.
..IbAdAh..
Hakekat manusia diciptakan diatas dunia ini hanyalah untuk beribadah kepadaNya, sang khalik pencipta semesta alam.Sesuai dengan firmanNya didalam surah Adzariiyat ayat 56:” Dan Tidak aku(Allah) ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu.”.Dia juga yang telah menyempurnakan agama Islam untuk manusia serta memberikan nikmat-nikmatNya yang begitu melimpah luas dengan Memberikan islam kepada manusia sebagai sebuah agama yang benar dan menyuruh umat manusia untuk memegang agama islam sampai datang ajalnya.Sebagaimana firmanNya didalam surah Ali imron ayat 103 :” Wahai orang2 yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu meninggalkan dunia ini kecuali kamu dalam keadaan beriman kepadaNya”.
Begitu juga wasiat Nabi Ibrahim dan Ya’qub kepada anak cucunya dalam surah Albaqoroh ayat 132 :” Telah berwasiat Ibrahim dan Ya’qub kepada anaknya, Wahai anakku Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada kalian Agama yaitu agama islam dan janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan memeluk agam tersebut”
Ibadah adalah kewajiban Hamba kepada penciptanya dan manfaat dari ibadah itupun akan kembali untuk manusia itu juga.Maka barang siapa yang menentang untuk menyembah kepadaNya maka dia adalah orang yang sombong, dan bagi siapa yang meneyembah Allah dan menyembah selainNya maka dia termasuk orang yang Musyrik, dan barang siapa yang menyembah kepadaNya tidaksesuai dengan Syariat2 yang telah ditentukanNya maka dia orang yang mengada2 dalam syariat(Bid’ah), dan bagi siapa yang menyembah hanya kepadaNya dan beribadah sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Syariahnya maka dia adalah mukmin sejati.
Karena pentingnya menyembah dan beribadah kepadanNya yang bener-benar sesuai dengan syariahnya maka Allah memgutus utusanNys para Rasul dan Nabi.Karena manusia tidak mampu mengetahui dengan sendirinya hakekat ibadah yang yang sesuai dengan agama mereka.Dan Allah jjuga menurunkan kitab ato firmanNya kepada manusia untuk menjelaskan itu semua.
Dan semua para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah membawa tauhid yang sama yaitu untuk menyembah kepadaNya semata.Dan bagi orang2 yang menyimpang atas apa2 yang telah dijelaskanNya didalam kitabNya dan menyimpang dari apa yang dibawa oleh utusanNya .Dan mereka beribadah seenakknya saja serta beribadah dengan apa yang dibisikkan oleh syaithan maka mereka adalah orang yang sesat dari jalanNya. Dan ibadah mereka bukan ibadah yang sebenar-benar ibadah kepadaNya tapi ibadah mereka ibadah yang menuruti hawa nafsu mereka..FirmanNya surah Alqosos ayat 50 :”Dan siapa orang yang paling sesat kecuali orang2 yang mengikuti hawa nafsu mereka tanpa mendapatkan petunjuk sedikitpun dariNya.?”
Dan manusia yang demikian banyak.Manusia yang beribadah hanya mengikuti hawa nafsu belaka seperti orang yang bener2 sesat yaitu orang2 Nashrani, dan orang yang sesat dari umat ini mereka meletakkan dasar sendiri dalam beribadah padahal dasar yang mereka letakkan itu bertentangan dengan apa yang telah disyariahkanNya.
Dan ibadah yang sesuai dengan syariatNya itu berdasarkan atas dasar yang benar dan paten, dasar2 itu adalah:
1. Ibadah itu harus Taufiqiyyah, harus langsung dari nabi yang artinya dalam ibadah tersebut ga ada lingkup buat berfikir lagi kita hanya menjalankannya saja.Seperti firman Allah kepada Nabi di dalam surat Hud ayat 112 :’ Maka tetaplah engkau (Muhammad dijalan yang benar) sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertobat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas”.
2. Kedua, ibadah itu harus Ikhlas hanya untuk Allah, dan dalam beribadah jangan mencampurkannya dengan perbuatan syirik apabila suatu ibadah dicampuri dengan sesuatu yang syirik maka ibadahnya tersebut bathal ato tidak diterima FirmanNya didalam surat Alkahfi ayat 110:”Maka barang siapa yang mengharapkan untuk bertemu dengan Allah maka kerjakanlah perbuatan baik dan janganlah sekali2 engkau mempersekutukanNya dalam beribadah”.
3. Dan dalam beribadah pula harus ada tuntunannya atau contoh dari Nabi sesuai dengan sabdanya:” Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang suatu amalan itu tidak ada contohnya dari aku maka amalan tersebut akan ditolak” (H.R.Musliim) dan firmanNya didalam surah