Sunday, July 6, 2008

Ilmu PengetahUan

Ternyata DINOSAURUS bisa berenang juga loh...>_<


Tau ga kalian bahwa makhluk hidup yang namanya dinosaurus,makhluk yg katanya dulu pernah menghuni bumi ini ternyata bisa berenang juga loh..neh saya kutip dari majlah Al 'araby edisi bulan juli 2008 yang mengatakan bahwa dinosaurus punya kemampuan untuk berenang.

Para ilmuan alam mengatakan bahwa mereka menemukan jejak kaki dinosaurus dan jejak itu menunjukkan dalil yang kuat bahwa sebagian dinosaurus tenyata punya kemampuan untuk berenang..Dan dikatakn pula bahwa jejak kaki dinosaurus tersebut yang panjangnya 15m.Dan ditemukan juga beberapa bekas jejak kaki dinosaurus di kedalam laut di kameruus di asbania jejak kaki itu mennjukkan kalo dinasurus itu berenang.karena terlihat jelas gesekan2 kaki dinosaurus dijejak itu.

Ada jejak kaki yang diketemukan menyerupai huruf S yang menunjukkan kalo dinosaurus tersebut mengais2 kakiknya didasar laut dengan kedua kakikanya.Sebagian para ilmuan mengatakan yang hasil penelitiannya telah disebarluaskan dimajalah Geologia dan tulisan tersebut telah diterjemahkan kebanyak bahasa termasuk yang kutulis ini hehhehe dikatakan bahwa jejak kaki dinosaurus yang ditemukan itu berumur lebih kurang 125 juta taon loh.Jejak kai dinosaurus yang diketemukan tersebut adalah jejakkai dinosaurus yang suka makin daging hehhe atau dinosaurus pemakan daging aja jadi bukan semua dinosaurus loh yang bisa berenang...




tuh bisa diliat sendiri jejak kaiknya






tuh bekas kaisan kakinya

dAri gambar diatas dapat disimpulkan jelas banget kan sesuatu kalo dia itu makhluk hidup dan bisa nyebur di aer ga dengan gaya batu maksudnya kalo nyebur ga tenggelam maka makhluk hidup itu bisa berenang...>_<
Dinosaurus yang gede and beratnya segitu ajah bisa berenang kok aq ga bisa yach hehehhe....

Wednesday, June 25, 2008

صدقني خلاص

SADDA2NI '7ALAS
MEN BEIN ENNAS
7ABBEITAK W'7TARTAK LEYYA

TOOL MANA WAYYAK
ODDAMI MALAK
'7ALLETNI MA'3AMMATSH 3NAYYA

ALLAAAH… YA SALAAAAM
F3NEIK A7LA KALAAM

ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA
ALBI W2ALBAK SAWA YETLA2O
EDDONIA ENTA MALET'HA 3ALAYYA
DA EL7OBB ELLI MA7ADDESH DA2O

ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA
ADD MA TE2DAR ARRAB TANY
EDDONIA ENTA MALET'HA 3ALAYYA
WKA2ENNAK MA'7LOO2 3ALASHANI

YA ARA2 EL NAS
F3NEIK E7SAS
BYA'7ODNI MA3A BANSA EDDONIA
DOMMENI B2DEEK
LAW '3ALI 3ALEEK
MADDAYYA3SH YAREET WALA SANYA

ALLAAAH… YA SALAAAAM
F3NEIK A7LA KALAAM

ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA
ALBI W2ALBAK SAWA YETLA2O
EDDONIA ENTA MALET'HA 3ALAYYA
DA EL7OBB ELLI MA7ADDESH DA2O

ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA
ADD MA TE2DAR ARRAB TANY
EDDONIA ENTA MALET'HA 3ALAYYA
WKA2ENNAK MA'7LOO2 3ALASHANI

7ABEEEEEEBI 7ABEEEEBI (ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA ALBI W2ALBAK SAWA YETLA2O)
ANA ME7TAGLAK TEFDAL GANBI
AAAH 7ABEEEBI
AH… (ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA
ADD MA TE2DAR ARRAB TANY)
AH… AAAAH

(ARRAB MENNI SHWAYYA SHWAYYA
ALBI W2ALBAK SAWA YETLA2O)
ANA ME7TAGLAK TEFDAL GANBI
YA 7ABEEEEBI

Saturday, June 21, 2008

رفع اليدين عند دعاء في الخطبة الثانية في صلاة الجمعة

sudah kita ketahui bersama bahwasanya mengangkat tangan ketika berdoa adalah sesuatu yang disahkan oleh syariat dan itu juga termasuk adab dalam berdoa menunjukkan ke khudu'an kita sebagai seorang hamba dihadapan Allah sang Maha Pencipta..Tapi,apakah termasuk yang disahkan oleh syariat kita mengangkat tangan ketika kita berdoa di khutbah kedua dalam solat jumat dan saya yakin para pembaca sering melihat dan mungkin melakukannya ketika sholat jumat coz neh solat sehari dalam semingu tapi ga tau kalo para pembaca solat jumatnnya datengnya ketika iqomah dikumandangkan hehhe

'ala kulli hal saya disini hanya sekedar menyodorkan serta memberi sesuatu yang mungkin banyak diantara kita tidak mengetahui akan hal ini dan sebenarnya masalahn ini bukanlah suatu masalah yang gede sih tapi sebagai seorang muslim yang kita semua mengikrarkan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusanNya.

Dan sudah sepatutnyalah kita sebagai ummat Nabi kita Muhammad saw untuk mengerjakan apa yang sudah dicontohkan olehnya baik itu langsung dari perkataan beliau atau disebut juga dengan sunnah qouliyah maupun dari perilaku yang dikerjakan beliau atau yang sering disebut dengan sunnah fi'liyah.Dan mungkin juga dari taqrir rasul Saw atas permasalahan yang dilihat beliau..

Mengangkat tangan ketika berdoa pada saat khutbah kedua ketika solat jumat sebenarnya tidak ada dalil yang mensahkan hal ini baik itu untuk imam maupun para makmum bahkan Rasul saw tidak pernah melakukannya. dengan dalil2 sebagai berikut :

1.Diriwayatkan dari 'imarah bin ruayyah bahwa beliau melihat basyar bin marwaan mengangkat tangannya ketika beliau khutbah jumat berkatalah Rasulullah sAw sesungguhnya Allah swt merendahkan derajat kedua tangannnya

2.Didalam buku Al-ikhtiyaraat al-fiqhiyah dari fatwanya ibnu taimiyah hal80/yang telah ditahqiiq oleh Hamiid alfaqi/cetakan Darul fikr..dikatakan bahwa dimakruhkan seorang imam mengangkat kedua tanggannya ketika berdoa dikhubah keduanya.

3.Perkataannya Syaikh ibnu 'utsaimiin.Mengatakan bahwa mengangkat tangan ketika berdoa adalah sebuah adab sanh hamba untuk meminta kepada Sang khalikNya dn menunjukkan bahwasanya sang hamba adalah seorang yang fakir dan hanyalah kepadaNyalah tempat memohon permintaan.kecuali ada dalil yang menunjukkan bahwa kebolehan mangankat tangan ketika berdoa itu.dan mengangkat tangan ketika berdoa di khutbah kedua ketika solat jumat ada dalil yang mengingkari suatu kebolehan tersebut..seperti yang terjadi pada basyar bin marwaan.

Sunday, March 16, 2008

16 januari 2008

Hari ini emang hari yang sangat aq sebeli ya walaupun Cuma gara2 tadi ujian yang maddahnya manhaj da’wah aq ga bisa njawab dan sebenarny aaq bisa njawab, tapi aq g yakin apa yang aq jawab soalnya ya aq bener2 lupa walaupun ada yang inget ya ituh dikt2 ya aq Cuma bisa berdoa yang penting aq dah berusaha melakukan yang terbaik.serta aq dah berusaha mang bener2 berusaha untuk membagi waktuku.Dan aq ga bisa nyalhin gara2 aq sibuk les di nil jadi aq ketinggalan gimana aq mo maju kalo aq terus berpikiran kayak gituh.

Ntah lah sebenarnya ituh semua gampang.aq dah baca tuh semua buku dan padahal bukunya hanya satu buku yang ga lebih dari 300 hal.aq dah baca bahkan dah aq ringkes dan yang menjadi kelemahanq ampe skrang hanyalah ntuk menghapal apa yang aq tulisdalam buku ringkasan ku tuh.mang yang namaya menghapal satu hal yang paling susah dan bagiku tuh harus membutuhkan waktu yang banyak.Dan sebenarnya aq juga bisa nyalahin alahar yang ga terlalu memperhatikan kepahaman seorang mahasiswa dalam muhadloroh yang penting azhar taunya kita bisa njawab soal ituh dah cukup kali ye...dan iyuh semua hanylh iiranku aja loh dan aq juga ga tau apakah mahasiswa yang disini juga berpikiran seperti apa yang aq pikirkan.

Dan aq selalu mengikitu hawa nafsuku, malesku aq ga bis ngelawan ituh semua.ampe sekarang aq sellau dan elalu berpikir kok aku bisa seperti ini semain tinggi sekolahku kok aq semakin bodoh kayaknya aq ini baangin aja waktu smp ato mts q bisa emnjadi bintanbg kelas, ya walaupun menjadi bintang kelas ituh bukan suatu jaminan bahwa aqlah yang paling pandai dari semua orang pada saat ituh.Dan waktu aq sma aq inget perkataan dari salah satu ustzku nth apakah dia ngomongnya serius apa hanya sekedar ngomong soalnya waktu ituh temen2 banyak yang ngerpek plus nyontek kalo ujian.dia ngomong murid itu ada yang ketika dia ssd dia orang yang paling pinter di sekolahnya.

Dan semkain naek tingkat pendiidkannya semakin bodoh juga dia maksudnya kalo ketika sd dia bisa menjadi bintang semakin atas dia malah bukan jadi bintang kelas akan tetapi dikit sedikit malah bobrok.Dan ada juga oranag yang semakian keatas dia semakin pinter..kayaknya mang aq adalah orang yang semakin keatas aq semakin ga jelas apa gara2 aq yang g abisa istiqomah dan mungkin juga aq terlalu sombong terhadap ilmu padahal ilmu yang diberikan kemanusia ituh hanyalah setetes dari aer yang ada dilautan ituh untuk orang yang paling cerdas apalagi hanya orang yang kayaka q pas2 sann..Ya allah aq hanya pengen membahagiakan ortuku ituh aja yang aq pengen dan aq ga mau mngecewakan ortuku .aq ga mau njadi anak yang mbangkanag kepadanya..>_<

BELAJAR YANG RAJIN BUAT MASA DEPANMU OK!!!

Saturday, November 10, 2007

OASE IMAN

Bahagia adalah sesuatu yang diharapkan dan diidam-idamkan setiap orang yang pernah hidup di atas dunia. Tidak ada satupun orang yang tidak ingin hidupnya senang dan bahagia, bahkan jika pernah sekali waktu kita mendengar ucapan, “Biarlah aku menderita dan tidak mendapatkan apa-apa asalkan anakku bahagia”, yang diucapkan oleh seorang orang tua karena sangat sayangnya kepada sang anak, sebenarnya Sang orang tua tersebut sedang mencari kebahagiaan dengan memilih cara berkorban perasaan buat anaknya.

Pembicaraan mengenai kebahagiaan sangatlah menarik untuk dibahas. Mengapa? Karena selain alasan tersebut di atas, rasa bahagia dan tidak bahagia bisa berganti dalam sekejap mata. Pernahkan anda merasa senang dan happy pada saat siang tapi ketika sore perasaan itu seolah hilang entah ke mana tak tahu rimbanya. Bahkan sambil bertanya-tanya dalam hati kita terus mencari-cari ke mana rasa bahagia yang barusan atau beberapa jam yang lalu sedang kita nikmati dan kita rasakan.

Penyebab Rasa Bahagia dan Tak Bahagia

Tiap orang tentulah berbeda-beda apa yang menyebabkan timbulnya rasa bahagia atau tidak bahagia. Jangankan untuk orang yang berbeda, untuk anda sendiri pun, bisa merasakan dua hal tersebut dengan sesuatu yang sama tapi kondisi yang berbeda.
Anda mungkin sangat bahagia ketika mempunyai isteri yang sangat cantik dan rupawan, yang hanya memandangnya saja gairah dan semangat anda sebagai seorang suami menjadi luar biasa menggelora. Dalam hitungan detik anda bisa tidak bahagia dan terganggu dengan orang yang usil memperhatikan isteri anda dari ujung kepala sampai kaki sambil tersenyum-senyum. Perasaan cemburu dan tidak senang menggantikan perasaan bahagian anda. Atau contoh lain ketika anda begitu bahagia di kantor karena ada berita kenaikan gaji, akan menjadi berbeda rasanya ketika anda menceritakan hal ini kepada isteri anda, isteri anda bukannya bersyukur dan mencium tangan anda malah menyusun daftar barang-barang yang akan dibelinya. Bahkan dalam hitungan detik rasa bahagia bisa meluap entah ke mana.

Di manakah Kebahagiaan?

Ada sebuah pernyataan seorang psikolog di salah satu tulisannya menyebutkan, jika anda meletakkan kebahagiaan di luar diri anda maka anda tidak akan pernah merasa bahagia. Kita tak memerlukan apa-apa untuk bahagia. Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, permasalahannya adalah kita sering kali mencari keluar diri untuk menemukannya.

Pernahkah anda mencari tahu dalam diri anda sendiri berapa banyak rasa bahagia dan tidak bahagia anda rasakan dalam satu hari? Kemudian lanjutkan dengan pertanyaan mana yang lebih sering anda rasakan, bahagia atau tidak? Tuliskan dalam hati anda apa saja yang membuat anda tidak senang hari ini? Lanjutkan dengan apa saja yang membuat anda senang dan bahagia hari ini?

Kenapa Kita perlu Merasa Bahagia

Alangkah tidak enaknya hidup ini jika kita tidak tahu kenapa kita mesti ada di dunia ini. Begitupun alangkah beruntungnya kita, jika setiap udara dan nafas yang kita tarik kita mengerti siapa yang memberikan, berapa lama kita bisa rasakan. Mari setidaknya kita membuat sedikit hitung-hitungan. Bukan dengan maksud hendak menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita karena pasti kita tidak akan sanggup menghitungnya. Tapi saya hanya sekedar mengajak anda rileks dan mari mulailah menghitung. Periksa apakah masih ada detak nadi dan jantung kita. Coba perhatikan sekeliling anda, apakah masih berfungsi dengan baik penglihatan anda, apakah masih bisa kita membedakan warna-warna yang ada di jalan, rumah, atau sekitar kita.
Cobalah pulang ke rumah, tatap kecantikan dan rasakan penghormatan serta kesetiaan isteri anda yang begitu dalam terhadap anda. Raih gapaian anak-anak anda yang lucu dengan tatapan matanya jika anak anda masih balita dan baru akan tumbuh. Teruslah mencari dan menghitung, dan rasakanlah keajaibannya.

Tambah Syukur = Menambah kebahagiaan

Kata syukur adalah kata yang berasal dari bahasa arab dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: (1) Rasa terimakasih kepada Allah, dan (2) Untunglah (menyatakan lega, senang, dan bahagia.). Dalam Al-Quran kata ”syukur” dengan berbagai bentuknya ditemukan sebanyak enam puluh empat kali.
Persoalannya sekarang banyak orang yang tidak meyakini dan akhirnya merasakan keajaiban rasa syukur kepada sang Maha Pencipta yakni Allah SWT. Banyak juga rasa bahagia itu sama sekali tidak muncul karena dibutakannya mata hati kita dalam menikmati dan menghayati ayat-ayat Tuhan dalam diri dan kehidupan kita sehingga kita lupa untuk bersyukur. Jadi bagaiman caranya agar Kebahagian bisa kita rasakan? Jawabannya adalah tambahlah rasa syukur kepada Allah atas setiap karunia yang diberikannya kepada kita. Adakah yang mau menjual seharga 100 juta rupiah untuk dua bola matanya. Ataukah ada yang ingin menjual sepasang lengan dan kakinya untuk sebuah rumah. InsyaAllah saya lebih memilih tidak dan mengharapkan pertolongan Allah dan bersyukur saja untuk memperolehnya.

Syukur Hanyalah Kunci.

Tentu saja seperti kata Aa Gym, syukur adalah sekedar kuncinya. Sementara agar dapat menggerakkan kunci dan membuka lemari haruslah dengan ikhtiar dan sungguh-sungguh, diiringi dengan doa mengharapkan pertolongan Allah dan kepasrahan kepada-Nya agar kunci tidak patah dan kita bisa menikmati hidangan di dalam lemari dengan enak dan nyaman.

Mencontoh Rasululullah SAW

Dalam sebuah riwayat diceritakan suatu malam Rasulullah Muhammad SAW shalat malam hingga kaki beliau bengkak, isteri beliau Aisyah ra bertanya, kenapa Rasulullah SAW melakukan hal ini, padahal dia adalah kekasih dan utusan Allah, orang yang ma’shum diampunkan Allah dosanya. Rasulullah SAW hanya membalas dengan menyatakan bahwa ia hanya bersyukur kepada Allah.
Pada prinsipnya segala bentuk kesyukuran harus ditujukan kepada Allah Swt.

Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (QS Al-Baqarah [2]: 152).

Friday, October 26, 2007

mENgoptimalkAn dAyA ubAh..

Mengubah perilaku ternyata tidak cukup hanya dengan contoh, akan tetapi kita juga harus mau mendidik, melatih, dan membina secara sistematis, berkesinambungan, dan terus menerus. Seorang pemimpin haruslah punya kesabaran dalam mendidik, membimbing, melatih, dan membina yang dipimpinnya dengan penuh kasih sayang. Bahkan dia harus memiliki kesabaran pangkat tiga. Sabar, sabar, dan sabar. Sungguh, proses itu adalah bagian dari perubahan, pepatah mengatakan ‘ala bisa karena biasa’. Karenanya, daripada membeli barang-barang di rumah yang mahal-mahal dan tidak terlalu diperlukan, lebih baik uangnya digunakan untuk mendidik anak, melatih anak ita supaya mampu hidup lebih baik.

Sebuah illustrasi, suatu waktu ada sebuah keluarga sederhana yang sungguh sangat mengesankan. Di rumahnya tidak banyak barang berharga, tidak ada barang mewah, tapi semua anak-anaknya ternyata bisa menyelesaikan kuliah S-1, S-2, bahkan S-3 dengan baik. Akhlaknya juga bagus. Ketika ditanya, "Saya lihat penghasilan Bapak lebih dari cukup, tapi kenapa keluarga Bapak nampak begitu sederhana?". Si Bapak ini menjawab terus terang, "Penghasilan yang saya dapat selama ini saya kumpulkan supaya anak-anak saya bisa belajar terus menerus, bisa berlatih terus menerus dan bisa terdidik terus menerus. Prioritas keluarga kami bukan membeli barang-barang yang bagus. Yang terpenting adalah bagaimana agar anak-anak kami punya kesempatan untuk terus melatih diri."

Subhanallaah, demikian indahnya kebersamaan sebuah keluarga yang memiliki komitmen yang luar biasa akan penambahan ilmu pengetahuan.

Sembari mendidik dan melatih, maka semestinya kita buat pula aturan atau sistem. Buatlah aturan di rumah kita, di kantor kita, di organisasi kita, atau dimana pun agar orang lain bisa terbantu untuk berubah sesuai yang diinginkan. Suatu sistem akan segera hancur berantakan jika tidak memiliki aturan main. Jalan raya yang tanpa aturan, akan kacau balau, macet dimana-mana. Setiap orang berebutan, saling mendahului, dan berhenti dimana saja. Tanpa aturan, semua berantakan. Karenanya semua harus ada aturannya.

Begitu pun rumah tangga yang tidak memiliki aturan main yang benar, yakin sekali rumah tangga yang semacam ini akan segera hancur. Anak tidak dididik agama secara serius, ibadah dibiarkan semaunya, dan tidak diberi contoh yang benar oleh orang tuanya. Saat-saat bersama di rumah tidak ada aturannya. Tidak punya aturan yang real bagaimana mendidik anak menjadi lebih baik. Karenanya rumah tangga yang tidak punya komitmen untuk sebuah aturan bahkan lagi tidak tahu aturan, akan cenderung saling menyakiti, saling melukai, dan saling menghancurkan.

Tegakkanlah aturan yang adil, yang dibuat atas kesepakatan bersama. Lingkungan kerja kita harus merupakan sistem yang kondusif yang dapat membantu orang berubah menjadi lebih baik. Haruslah terjadwal jam berapa baca Al Qur’an, jam berapa bersama memecahkan masalah, jam berapa bertukar pikiran, jam berapa harus bersilaturahmi, jam berapa harus bercengkerama, dan lain sebagainya. Kita harus membuat aturan yang jelas. Yakinlah bahwa rumah tangga yang tidak punya aturan, tidak punya sistem yang bagus, lambat laun akan berantakan dan menderita.

Semua perubahan ini akan berarti lagi jika didukung oleh kekuatan ruhiyah, yaitu do’a. Dan ternyata orang bisa berubah dengan kekuatan do’a. Ingatlah bahwa do’a adalah pengubah takdir. Banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan kekuatan fisik, tapi yakinlah bahwa Allah SWT Maha Menguasai, Maha Pembolak-balik hati setiap makhluk-Nya.

Karenanya, luar biasa sekali kekuatan do’a ini. Betapa tidak? Rumah tangga yang tidak tegak ibadahnya, rumah tangga yang jauh dari agama, rumah tangga yang tidak menambah ilmu dengan baik, akan segera dipusingkan oleh bergelombanngya masalah yang datang.

Sama saja dengan perusahaan yang karyawannya jarang shalat, aturan tidak ditaati, pimpinan tidak memberi contoh yang baik, bersiap-siaplah untuk segera bangkrut. Kondisi negara kita saat ini pun demikian, kehilangan contoh suri tauladan, pendidikan SDM-nya tidak jelas mau dibawa kemana, sistemnya juga berantakan, dan sebagian lagi, ibadahnya juga semrawut. Jangan heran jika yang kita dapati adalah derita demi derita, kehinaan demi kehinaan, naudzubillaah.

Karena itu, kekuatan ibadah, kekuatan do’a, kekuatan munajat harus menjadi tulang punggung, menjadi senjata untuk mengubah anak-anak juga teman-teman kita menuju arah kebaikan. Tegakkanlah di rumah tangga kita aturan dengan baik, panjatkan pula do’a secara terus menerus, melimpah dari lisan kita. Bantu agar orang lain menjadi lebih baik. Buat aturan yang benar, kondusif, dan pastikan diri kita jadi contoh. Mudah-mudahan hidup yang cuma sekali-kalinya ini bisa bermamfaat dengan mengubah orang lain menuju kebaikan.

Rasulullah SAW itu meskipun sedikit bicaranya, tapi jadi monumental sampai sekarang dalam bentuk hadits. Hal ini terjadi karena pribadinya sungguh luar biasa. Bermilyar kata terungkap dari pribadinya. Ketulusan beliau dalam mengajak orang lain berbuat lebih baik, membuat pribadi dan kata-katanya tersimpan di hati orang lain. Ingat baik-baik, hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi. Emosional dalam memberi contoh, emosional dalam mendidik, emosional dalam membuat aturan, emosional dalam bersikap, tidak akan masuk ke hati orang lain, bahkan justru akan membuat hati mereka terluka.

Seharusnya diri pribadi kita ini terus menerus melimpah pancaran bagai mata air, menggelegak kasih sayang kita kepada orang lain. Setiap melihat orang yang berlumur dosa, ada keinginan di hati kita agar orang tersebut bisa bertaubat. Melihat orang yang tersesat di jalan Allah, ada keinginan hati ini agar orang tersebut dapat tuntunan supaya selamat dunia dan akhiratnya. Melihat orang yang nakal, ingin hati ini agar dia menjadi shaleh. Jangan pernah hidup dalam kebencian dan kedendaman. Kebencian dan kedendaman dalam mebuat contoh, aturan, nasihat, dan pelatihan yang dilakukan, tidak akan berarti apapun.

Sistem pelatihan yang penuh kemarahan semacam Ospek, tidak akan berhasil dengan baik kalau para mentornya, para panitianya melakukan segala bentuk kegiatannya dengan penuh kemarahan, angkara murka, tidak jadi suri tauladan yang baik. Apa yang diharapkan oleh mahasiswa baru dari para kakak kelasnya kalau mereka berperilaku semacam itu? Tidak ada perubahan kecuali dengan hati yang tulus, suri tauladan yang nyata.

Mudah-mudahan kita semua dapat mengevaluasi diri masing-masing. Hidup cuma sekali, kenangan terindah bagi anak-anak kita adalah kepribadian ayah ibunya yang benar-benar mulia. Kenangan terindah bagi masyarakat di sekitar kita adalah kearifan diri kita. Jangan sampai orang sibuk membicarakan contoh keburukan pribadi kita, naudzubillaah.


sElAmAt mEncobA..>_<


Sunday, October 21, 2007

..RiyA..!!!

Pada suatu waktu sahur, seorang abid membaca Al-Quran, surah "Thoha", di biliknya yang berhampiran dengan jalanraya. Selesai membaca, dia berasa amat mengantuk, lalu tertidur. Dalam tidurnya itu dia bermimpi melihat seorang lelaki turun dari langit membawa senaskhah Al-Quran.

Lelaki itu datang menemuinya dan segera membuka kitab suci itu di depannya. Didedahkannya surah "Thoha" dan dibeleknya halaman demi halaman untuk tatapan si abid. Si abid melihat setiap kalimah surah itu dicatatkan sepuluh kebajikan sebagai pahala bacaannya kecuali satu kalimah sahaja yang catatannya dipadamkan.

Lalu katanya, "Demi Allah, sesungguhnya telahku baca seluruh surah ini tanpa meninggalkan satu kalimah pun". "Tetapi kenapakah catatan pahala untuk kalimah ini dipadamkan?" Lelaki itu berkata.

"Benarlah seperti katamu itu. Engkau memang tidak meninggalkan kalimah itu dalam bacaanmu tadi. Malah, untuk kalimah itu telah kami catatkan pahalanya, tetapi tiba-tiba kami terdengar suara yang menyeru dari arah 'Arasy : 'Padamkan catatan itu dan gugurkan pahala untuk kalimah itu'. Maka sebab itulah kami segera memadamkannya".

Si abid menangis dalam mimpinya itu dan berkata, "Kenapakah tindakan itu dilakukan?".

"Puncanya engkau sendiri. Ketika membaca surah itu tadi, seorang hamba Allah melewati jalan di depan rumah mu. Engkau sedar hal itu, lalu engkau meninggikan suara bacaanmu supaya didengar oleh hamba Allah itu.

Kalimah yang tiada catatan pahala itulah yang telah engkau baca dengan suara tinggi itu".

Si abid terjaga dari tidurnya. "Astaghfirullaahal-'Azhim! Sungguh licin virus riya' menyusup masuk ke dalam kalbu ku dan sungguh besar kecelakaannya. Dalam sekelip mata sahaja ibadahku dimusnahkannya.

Benarlah kata alim ulama', serangan penyakit riya' atau ujub, boleh membinasakan amal ibadat seseorang hamba Allah selama tujuh puluh tahun".